apa itu diabetes melitus ?

Halo sahabat WomeCare Indonesia…

          Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula darah dalam tubuh manusia. Sahabat WomeCare perlu tahu nih, penyebab diabetes melitus dapat dikategorikan menjadi diabetes melitus tipe I & II, diantaranya diabetes melitus tipe I biasanya sering ditemukan pada anak-anak yang disebabkan karena kerusakan pankreas yang dimana sel pankreas ini dapat berfungsi untuk menghasilkan insulin. Sedangkan untuk diabetes melitus tipe II umumnya sering ditemukan pada orang dewasa yang menjadi salah satu akibat dari gangguan kerja dari insulin sendiri. Diabetes melitus tipe II pada umumnya juga diderita oleh seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes melitus tipe II atau seseorang yang mengalami obesitas. Dalam hal ini semakin meningkatnya jumlah anak dan remaja yang mengalami obesitas maka juga semakin meningkatnya seseorang yang menderita diabetes melitus termasuk anak dan remaja (Julia, 2021).

        Adapun menurut Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 pravelensi penderita diabetes melitus mencapai 1.017.290 (1,5%) jiwa yang tersebar di beberapa daerah dengan pravelensi tertinggi diantaranya, provinsi Jawa Barat dengan angka 186.809 jiwa, kemudian Jawa Timur 121.878 jiwa, Jawa Tengah 132.565 jiwa, Sumatera Utara 55.351 jiwa serta Banten 48.621 jiwa. Diabetes melitus terus mengalami peningkatan termasuk provinsi Gorontalo sendiri. Menurut dinas kesehatan Provinsi Gorontalo tahun 2019 terdapat 13.450 jiwa yang menderita diabetes melitus, yang tersebar dalam beberapa daerah yakni Kabupaten Bone Bolango dengan jumlah 7.421 jiwa, Kabupaten Gorontalo 4.205 jiwa, Kabupaten Pohuwato 4.069 jiwa, Kabupaten Gorontalo Utara 968 jiwa, Kabupaten Boalemo 166 jiwa serta kota Gorontalo dengan jumlah 71 jiwa (Dinkes, 2019).

Bagaimana sih tanda dan gejala diabetes melitus?

Sahabat WomeCare Indonesia, adapun tanda dan gejala diabetes melitus diantaranya adalah:

1.  Kadar gula dalam darah yang tinggi

2. Rasa haus yang meningkat

3. Mengalami rasa lapar yang berlebihan

4. Urin mengandung glukosa

5. Dehidrasi

6. Cepat merasa lelah

Gejala lain dapat muncul seperi, penglihatan yang berkurang, konstipasi (sembelit) serta infeksi candidiasis.

Pencegahan Diabetess Melitus

     Yuk kita cegah diabetes melitus dari sekarang dengan beberapa cara diantaranya, mengatur pola makan seperti dengan melakukan diet lemak (mengkonsumsi makanan yang kurang akan lemak jenuh seperti susu dan makanan yang kayak minyak nabati (kacang-kacangan dan biji-bijian) serta buah dan sayur-sayuran yang mengandung serat sehingga dapat berfungsi dalam mengatur gula darah dalam tubuh.

Sumber:

Basir, I, S., Paramatha, N, R., & Agustin, F, D,. (2022). Self Care Pasien Diabetes Melitus. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(2), 691-698.

Hardianto, D,. (2020). Telaah Komprehensif Diabetes Melitus: Klasifikasi, Gejala, Diagnosis, Pencegahan, Dan Pengobatan. Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia, 7(2), 304-317.

Yusnanda, F., Rochadi, R, K., & Maas, L, T,. (2018). Pengaruh Riwayat Keturunan terhadap Kejadian Diabetes Mellitus pada Pra Lansia di BLUD RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh Tahun 2017. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 4(1), 18-28.